Sabtu, 05 Mei 2012

cinta tak harus memiliki = BULSHIT !!

sabtu biru, setelah malamnya dilanda kedinginan yang luar biasa dan dihiasi oleh demam romantika yang makin membara, aku termenung memikirkan hidup yang ternyata makin rumit dan sulit dimengerti (maaf, gaya bahasaku makin kacau). intinya adalah bahwa hari ini otakku agak geser sedikit itupun makin spicy dengan bumbu bumbu mie A** selera pedas plus kripik balado yang tersaji hari ini. Karena itulah hari ini diriku dipenuh dengan pemikiran-pemikiran ganjil tentang hidup. hm.. ada yang mengganggu pemikiranku tentang kata-kata bullshit yang sering aku dengar seiring dengan pertambahan umurku : CINTA.. dulu, aku pernah buat buletin di friendsterku yang judul dan isinya kurang lebih begini. CINTA TAK HARUS MEMILIKI = BULSHIT sebenarnya ini terinspirasi dari salah satu temanku di puerto rico sana. mungkin terdengar adanya sarkasme atau memang dilandasi oleh perasaan patah hati. tapi, mungkin perlu dijabarkan kenapa kami berpikiran seperti ini. walau mungkin bukan pemikiran bijak, tapi bagaimana jika dibalik seperti ini : bagaimana kita bisa tau bahwa perasaan CINTA itu memang kuat ketika kita menyadari bahwa perasaan untuk bersama tidak sekuat itu. jika memang ada yang mengagungkan perasaan cintanya pada seseorang kenapa mereka tidak memilih untuk bersama?? jika memang ada suatu halangan yang kemudian datang, kenapa tidak berjuang untuk menghadapinya?? kenapa kemudian memakai kata-kata magic : cinta tak harus memiliki sebagai tameng untuk menyembunyikan kurang kuatnya cinta yang dia miliki? ketika kita mencintai seseorang dan ketika akhirnya tidak ada kebersamaan diantaranya, itu berarti tidak ada cinta di pihak yang satunya kan? atau mungkin CINTA memang tidak sekuat yang mereka bicarakan. Mungkin juga itu berarti cinta bertepuk sebelah tangan. lebih bulshit lagi ketika ada pasangan yang berkoar koar akan kuatnya cinta mereka, tapi ketika ada sesuatu menghadang mereka memutuskan bahwa cinta itu tidak harus memiliki. mungkin dari tulisan sebanyak itu, hanya ada satu hal yang ada: bahwa CINTA ITU TAK HARUS MEMILIKI. jika kemudian pada akhirnya tidak memiliki, berarti memang tidak ada atau tidak kuatnya cinta yang ada di antara mereka. kedengaran egois, ya?? hehe… emang…. pemikiran ini kembali setelah sebelumnya aku menonton film yang direkomendasikan salah satu temanku di ilkom. before sunrise ma before sunset. filmnya bagus dalam ukuran yang sederhana. maksudku fillmnya emang sederhana banget, tapi tetap bagus dan menarik buat diamati. walau dalam hati sedikit kesal sih ma niy film, habis tidak memiliki ending seperti yang kuharapkan. ceritanya sepasang manusia dipertemukan dalam suatu perjalanan. kemudian memutuskan untuk menghabiskan satu malam berdua, kemudian berpisah. That’s it. yang membuat kesal adalah bahwa mereka berpisah cuma dengan janji bahwa mereka akan bertemu di tempat yang sama 6 bulan lagi. dalam hati aku berpikir,, “oh come on,, jika mereka emang tertarik satu sama lain, kenapa mereka tidak bertukar informasi penting: alamat, nomor telp apa apa gitu, ini kan bukan zaman batu”. Kemudian dalam film before sunset, diceritakan bahwa 9 tahun telah berlalu dan si cowok nulis buku tentang pengalaman satu malamnya dengan cewek tersebut. Ternyata diketahui bahwa 6 bulan dari malam yang telah mereka lalui bersama, mereka tidak bertemu karena si cewek tidak bisa datang karena neneknya dimakamkan hari itu. Ketika si cowok promosi bukunya di paris (tempat cewek itu). Mereka bertemu lagi dan dengan ketertarikan yang (mungkin) sama dengan 9 tahun yang lalu, mereka menghabiskan waktu sebelum si cowok kembali ke amerika. Mengobrol seperti biasa. Si cowok dah nikah dan punya satu anak, si cewek belum. Sedih dan kesal juga sih ngeliat before sunset ini. Mereka diceritakan menyesal kenapa tidak bertemu setelah 6 bulan itu dan menganggap bahwa mungkin kehidupan mereka akan berbeda jika pertemuan itu benar-benar terjadi. Mereka diceritakan tidak begitu bahagia dengan kehidupan percintaan mereka saat itu. Dengan ending yang menggantung, aku menonton film ini dengan perasaan gundah dan kesal, kaya ibu-ibu yang habis nonton sinetron. Ada satu adegan yang bikin aku paling sedih dan kesal : intinya gini Cowok : di bulan menjelang pernikahanku, aku selalu memikirkan dirimu. Bahkan ketika temanku mengantarkan aku ke gereja dengan mobilnya, aku menatap jendela dan melihat seorang gadis yang mirip denganmu melipat payung dan menuju kios daging di 13th and broadway. Cewek : aku tinggal di 11th and broadway.(si cewek diceritakan pernah tinggal 4 tahun dikota yang sama dengan cowoknya. Berharap juga bahwa di 4 tahun yang singkat itu mereka akan berpaspasan sekali saja) See?? Menyakitkan ya? Hiks hiks… yang namanya jodoh memang tidak mungkin kemana, yang namanya tidak jodoh pasti kemana-mana,hehehe… mereka jelas memiliki perasaan saling tertarik, memiliki perasaan suka yang sama, tapi ketidakbersamaan mereka jelas membuatku memikirkan ulang pemikiranku yang CINTA TAK HARUS SALING MEMILIKI = OMONGKOSONG BULSHIT terusik. Kejadian serupa ini mungkin emang 10 juta banding satu, tapi tetap saja,,, Jangan nyanyi takdir memang kejam, tapi,, hm… jalan kita pasti bercabang ketika kita memiliki pilihan kan? Pilihan mereka untuk memilih cara sama ketika manusia manusia di zaman batu memilih, jelas itu merupakan kesalahan. Aku menganggap kebingungan manusia akan perasaan mereka dan ketidakpastian akan perasaan mereka lah yang menyebabkan tidak kuatnya cinta mereka pada seseorang. Jelas suatu hal yang agak tidak mungkin memutuskan perasaan apa yang mereka miliki hanya dengan kejadian satu malam. Tapi tetap saja… manusia tetap harus memutuskan kan?? aH,,, entahlah….. yang jelas aku menganggap bahwa mereka tidak cukup mencintai ketika memutuskan untuk bertemu 6 bulan lagi. Dan itu berdampak pada jalan yang telah mereka ambil kan, dan dalam jalan setiap percabangan bisa tidak memiliki jalan yang sama lagi. Itulah gunanya kita memikirkan hidup kita dengan jelas dan pasti. Supaya tidak menyesal nanti-nanti.. (kayak iklan apa ya?) Wah,,, postinganku kali ini panjang sekali… maaf kalau berbelit-belit,,, terima kasih telah melihat-lihat. Bagaimana menurut saudara pemikiran saya??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar